Sistem Informasi Desa Semedo
SEMEDO– Suasana guyub rukun menyelimuti lingkungan RT 02 RW 02 Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, pada Kamis pagi (07/05/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan warga berkumpul untuk melaksanakan tradisi Apitan atau yang secara turun-temurun dikenal dengan sebutan Sedekah Bumi.
Acara inti dalam kegiatan ini adalah penyembelihan kambing sebagai simbol pengorbanan dan rasa syukur. Menariknya, seluruh pendanaan kegiatan ini murni berasal dari iuran swadaya warga setempat, yang menunjukkan kuatnya semangat gotong royong di wilayah tersebut.
Pergeseran Tradisi: Dari Ritual ke Manfaat Bersama
Ketua RT 02, Bapak Asmo, menjelaskan bahwa terdapat sedikit perbedaan tata cara antara pelaksanaan zaman dulu dengan masa sekarang .
"Kalau dulu , ada tradisi menanam atau mengubur kepala kambing di dalam tanah. Namun sekarang, nilai kemanfaatannya lebih diutamakan. Semua bagian kambing dimasak bersama dan dinikmati oleh seluruh warga," ujar Pak Asmo di sela-sela kegiatan.
Makna Rasa Syukur dan Kerukunan
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan memiliki makna mendalam bagi warga Planjan RT 02. Tradisi Apitan ini digelar sebagai:
Bentuk Syukur:Ungkapan terima kasih yang mendalam kepada Gusti Allah SWT atas melimpahnya rezeki dan keselamatan bagi warga.
Simbol Kerukunan:Menjadi sarana mempererat tali silaturahmi agar warga tetap guyub rukun dan kompak dalam bertetangga.
Acara yang berlangsung khidmat namun santai ini diakhiri dengan makan bersama. Aroma masakan daging kambing yang menggugah selera seolah menjadi pelengkap kebahagiaan warga Desa Semedo dalam merayakan warisan leluhur yang tetap relevan di masa modern ini.