
SEMEDO – Menjelang malam pergantian tahun baru Islam, suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti RW 4 Desa Semedo. Ratusan warga tumpah ruah ke jalan untuk mengikuti tradisi pawai obor dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah pada Rabu (17/6/2026) malam.
Acara yang dimulai tepat pukul 19.30 WIB ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja masjid, hingga orang tua. Dengan membawa obor bambu yang menyala, para peserta berjalan beriringan mengelilingi lingkungan desa sambil mengumandangkan salawat dan puji-pujian, menciptakan pemandangan lautan api yang estetik di sepanjang rute pawai.
Setelah selesai berkeliling kampung, rombongan peserta pawai kembali ke titik kumpul utama. Rasa lelah warga langsung terbayar dengan adanya tradisi pemotongan dan makan tumpeng bersama.
Makan tumpeng ini menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas segala berkah di tahun yang lalu, sekaligus doa agar Desa Semedo senantiasa diberikan kedamaian, kemakmuran, dan keberkahan di tahun baru 1448 H ini. Suasana guyub dan gotong royong sangat terasa saat warga makan bersama dalam satu nampan (kepungan).
Kepala Dusun 2 Desa Semedo, Yuni Jumiatun, yang hadir langsung dan mengawal jalannya acara, memberikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme luar biasa dari warga RW 4.
"Saya sangat bangga dan terharu melihat kekompakan warga malam ini. Kegiatan seperti ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga syiar Islam dan mempererat tali silaturahmi antarwarga," ujar Yuni Jumiatun di sela-sela acara.
Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi lokal yang bernilai positif ini agar tidak tergerus zaman.
"Harapan saya, acara pawai obor dan syukuran seperti ini dapat terus dilestarikan dan diagendakan setiap tahunnya. Ini adalah warisan budaya religius yang harus kita turunkan kepada generasi muda kita," pungkasnya.
Acara berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat hingga selesai, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga RW 4 Desa Semedo. (Red)