Semedo – Memasuki pertengahan tahun 2026, semangat kemandirian dan gotong royong ditunjukkan secara nyata oleh warga di kawasan Karang Pucung hingga Kalimanggis. Guna meningkatkan kualitas infrastruktur di lingkungan mereka, warga secara kompak melaksanakan aksi pengecoran jalan pada Minggu (7/6/2026).
Aksi ini menjadi bukti konkret bahwa keterbatasan anggaran daerah bukanlah penghalang bagi masyarakat untuk memiliki akses jalan yang layak.
Hebatnya, seluruh proses perbaikan ini tidak menggunakan APBD, melainkan murni bersumber dari dana swadaya. Warga secara sukarela menyisihkan rezeki mereka, mulai dari sumbangan uang tunai, material bangunan, hingga penyediaan konsumsi bagi mereka yang bekerja di lapangan.
"Ini adalah wujud nyata dari semboyan dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Jalan yang rusak ini setiap hari kita lewati, jadi kalau bukan kita yang bergerak cepat, siapa lagi?" ujar salah seorang perwakilan warga di lokasi kegiatan.
Sejak Minggu pagi, suasana riuh dan penuh kebersamaan sudah terlihat. Pria, wanita, tua, maupun muda bahu-membahu sesuai dengan porsi kemampuan masing-masing. Target pengecoran kali ini berfokus pada titik-titik paling krusial dengan panjang jalan mencapai ±100 meter.
Dengan menggunakan alat seadanya dan didorong semangat gotong royong yang tinggi, pengerjaan yang melelahkan tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu satu hari penuh dengan kualitas yang cukup baik.
Untuk memastikan hasil pengecoran semen mengeras dengan sempurna dan memiliki daya tahan yang lama, akses jalan Karang Pucung-Kalimanggis akan ditutup sementara selama 2 hari ke depan.
Berikut adalah jadwal penutupan dan pembukaan kembali akses jalan tersebut:
| Status Jalan | Tanggal | Keterangan |
| Ditutup Total | Minggu, 7 Juni – Selasa, 9 Juni 2026 | Proses pengeringan dan pematangan beton |
| Dibuka Kembali | Rabu, 10 Juni 2026 | Jalan dapat dilalui normal oleh kendaraan |
Warga yang biasa melintasi jalur ini diimbau untuk menggunakan jalur alternatif terlebih dahulu selama masa penutupan.
Melalui aksi ini, masyarakat Karang Pucung dan Kalimanggis berhasil mengirimkan pesan kuat: bahwa budaya gotong royong bangsa ini belum pudar, dan kemandirian warga adalah modal utama dalam pembangunan desa.